25
Feb

Kenali Apa itu Vaksin Booster dan Bagaimana Efek Sampingnya

Pandemi covid-19 masih belum juga berakhir, bahkan varian virus corona terus mengalami mutasi menjadi varian yang lebih baru dengan tingkat penularan yang lebih tinggi. Baru-baru ini varian virus corona yang menjadi perhatian di tengah masyarakat yaitu varian omicron. Kemunculan varian omicron ini menimbulkan kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan. Untuk membantu menanggulangi penyebaran covid-19 varian omicron pemerintah pun melakukan beberapa langkah pencegahan diantaranya adalah melakukan pemberian vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

Sebelumnya pemberian vaksin booster atau vaksin dosis ketiga hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Namun, sejak tanggal 12 Januari 2022, pemerintah sudah memberikan akses vaksin booster kepada masyarakat umum. Pemberian vaksin booster pun hingga saat ini sudah mulai gencar diberikan di beberapa daerah.

Dari data yang ditunjukkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat memberikan rekomendasi untuk pemberian vaksin booster bagi orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dalam waktu lima bulan terakhir. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Sunaina Suhag, seorang ahli kedokteran keluarga dari Austin Regional Clinic di Austin, Texas, menyatakan bahwa pemberian vaksin akan bekerja secara efektif untuk melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit serius. Ia juga menambahkan bahwa pada umumnya seseorang akan mengalami gejala serius akibat covid-19 karena belum mendapatkan vaksinasi.

Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan vaksin booster itu?

Ilustrasi Vaksin Booster | sumber: freepik

Vaksin booster merupakan vaksin dosis tambahan atau vaksin dosis ketiga yang disuntikkan setelah sebelumnya seseorang mendapatkan vaksinasi lengkap sebanyak dua dosis. Vaksin booster ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan perlindungan tambahan setelah efektivitas vaksin sebelumnya melemah. Selain itu, vaksin booster juga dapat membantu menjaga kekebalan dalam melawan gejala serius akibat covid-19. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, kekebalan terhadap covid-19 akan mulai menunjukkan adanya penurunan sekitar lima hingga enam bulan setelah pemberian vaksin dosis lengkap. Sehingga pemberian vaksin booster ini menjadi penting dalam menunjang dan memberikan kekebalan tubuh dalam menghadapi varian virus covid-19 terutama varian omicron.

Bagaimana efek samping yang mungkin akan ditimbulkan setelah pemberian vaksin booster?

Pusing sebagai Salah Satu Efek Samping Vaksin Booster | sumber: freepik

Sama seperti vaksin yang sebelumnya telah diterima, vaksin booster juga memiliki beberapa efek samping yang akan timbul setelah diberikan kepada seseorang. Menurut Dr. Suhag, beberapa efek samping dari vaksin booster akan cenderung sama dengan efek samping saat kita menerima vaksin dosis pertama dan kedua. Beberapa efek samping yang umum terjadi diantaranya adalah:

  1. Sakit di area suntikan
  2. Demam
  3. Kelelahan
  4. Sakit kepala
  5. Meriang
  6. Nyeri otot
  7. Mual
  8. Muntah
  9. Diare

“Setiap orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda. Jadi, ada yang mengalami efek samping setelah vaksin ada pula yang tidak mengalami gejala apapun,” ungkap Dr. Suhag menambahkan.

Namun, kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan efek samping yang mungkin akan timbul. Efek samping tersebut umumnya akan berakhir dalam beberapa saat hingga dalam hitungan hari. Jika kita pikirkan kembali, manfaat dari pemberian vaksin sendiri akan lebih besar daripada efek samping yang dirasakan.

sumber: kompas.com

Simak informasi menarik lain di https://simepk.com